KELAS XI

 

PEDOMAN MENAFSIRKAN KKM

MATA  PELAJARAN

 

 

 

KRITERIA INDIKATOR  

SKOR

 

ANGKA

 

1. Kompleksitas

 

Tinggi

 

Sedang

 

Rendah

 

1

 

2

 

3

 

 

 

50 – 64

 

65 – 80

 

81 – 100

 

2. Daya Dukung

 

Tinggi

 

Sedang

 

Rendah

 

3

 

2

 

1

 

81 – 100

 

65 – 80

 

50 – 64

 

3. Intake Siswa

 

Tinggi

 

Sedang

 

Rendah

 

3

 

2

 

1

 

81 – 100

 

65 – 80

 

50 – 64

 

 

 

 

Contoh :

 

Jika indikator pencapaian memiliki Kriteria :

 

  1. kompleksitas             : rendah,
  2. Daya Dukung            : tinggi
  3. Intake Siswa              : sedang

 

KKM  =  (3 + 3 + 2)/ 9 x 100 = 88.89 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

MATA PELAJARAN KIMIA SMA

 

KELAS : XI/ 1

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

KOMPLEKSITAS DAYA DUKUNG INTAKE SISWA KKM
1.1       Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik

 

  • Menjelaskan teori atom mekanika kuantum.
  • Menjelaskan pengertian bilangan kuantum dan bentuk-bentuk orbital.
  • Menggunakan prinsip aufbau, aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital.
  • Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya  dalam sistem periodik.
 

 

 

Sedang

(65)

Tinggi

(60)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

65

 

65

 

65

 

 

 

65

1.2  Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul

 

  • Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron.
  • Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

1.3   Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya

  • Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya london, gaya Van der Waals dan ikatan hidrogen)
  • Menerapkan hubungan antara besaran gaya Van der Waals dengan ukuran molekul untuk menjelaskan sifat fisiknya.

 

 

 

Tinggi

(60)

Tinggi

(60)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

63.3

 

63.3

 

65

 

 

65

2.1    Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi endoterm

  • Membedakan sistem dan lingkungan.

 

  • Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi.
  • Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

2.2    Menentukan DH reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan

  • Menjelaskan macam-macam perubahan entalpi.
  • Menentukan harga DH reaksi dengan melakukan

eksperimen sederhana.

  • Menghitung harga DH reaksi dengan menggunakan hukum

Hess.

  • Menghitung harga DH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Tinggi

(60)

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(60)

Tinggi

(60)

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

65

 

65

 

65

 

 

 

63.3

 

63.3

 

 

63.3

 

63.3

3.1 Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

  • Menjelaskan pengertian kemolaran dan penggunaannya.
  • Menuliskan ungkapan laju reaksi (v).
  • Merancang percobaan dan menentukan variabel tetap (kontrol) dan variabel bebas (manipulasi).
  • Membuat dan menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-fakor yang mempengaruhi laju reaksi.
  • Menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan data hasil pengamatan.

 

 

 

Sedang

(65)

Tinggi

(60)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

65

 

65

 

65

 

65

3.2   Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi, dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari

  • Menjelaskan persamaan laju reaksi dan tingkat  reaksi serta penentuannya.
  • Menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil eksperimen.
  • Membaca grafik kecenderungan orde reaksi.
  • Membedakan diagram energi potensial dari reaksi kimia baik yang menggunakan katalisator  maupun yang tidak.
  • Menjelaskan pengertian dan peranan katalisator dan energi pengaktifan dengan menggunakan diagram.
  • Menjelaskan penerapan pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan penggunaan katalis dalam industri kimia, misalnya dalam proses Haber (pembuatan amonia).
 

 

 

Sedang

(65)

Tinggi(60)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

65

 

65

 

65

 

65

 

65

 

 

65

 

 

65

3.3    Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan

  • Menjelaskan kesetimbangan dinamis
  • Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
  • Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier.
  • Menyimpulkan pengaruh perubahan  suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan berdasarkan data hasil percobaan.
 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Tinggi

(60)

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

65

 

65

 

65

 

63.3

3.4  Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi keseimbangan

  • Menafsirkan data hasil percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang serta menyimpulkan pengertian tetapan kesetimbangan (Kc).
  • Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi kesetimbangan dan sebaliknya.
  • Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.
  • Menghitung harga Kp berdasarkan Kc atau sebaliknya.

3.5  Menjelaskan penerapan prinsip keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri

 

  • Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.
 

 

 

 

 

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(56)

 

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

63.3

 

 

63.3

 

 

62

 

 

 

 

 

 

 

 

65

 

 

KELAS XI/2

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

KOMPLEKSITAS DAYA DUKUNG INTAKE SISWA KKM
4.1   Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan

 

  • Menjelaskan pengertian asam basa menurut Arrhenius.
  • Menyatakan pengertian asam basa menurut Bronsted dan Lowry.
  • Menuliskan persamaan reaksi asam basa menurut Bronsted-Lowry dan menunjukkan pasangan asam basa konyugasi.
  • Menunjukkan keunggulan dan kelemahan teori asam basa Arrhenius dan Bronsted-lowry.
  • Menyatakan pengertian asam basa menurut Lewis.
  • Mengukur pH beberapa larutan asam/basa kuat dan lemah yang konsentarsinya sama dengan indikator universal.
  • Menyimpulkan hubungan antara besarnya harga pH terhadap kekuatan asam/basa.
  • Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat ionisasi dan tetapan kesetimbangan ionisasinya.
  • Menghitung pH larutan asam/basa dari data konsentrasinya.
  • Mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam basa dan memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal.
  • Menyimpulkan reaksi asam dengan  basa berdasarkan data hasil percobaan.
 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

 

65

 

65

 

65

 

 

65

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

65

 

 

65

4.2   Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa

  • Melakukan percobaan titrasi asam basa.

 

  • Menggunakan data titrasi untuk menghitung konsentrasi asam atau basa pada reaksi penetralan.
  • Memeriksa kadar asam asetat dalam contoh cuka dan membandingkan hasilnya dengan kadar yang tercantum  pada label botolnya   ( atau  aspirin)

 

 

 

 

 

Tinggi

(60)

Sedang

(65)

 

Tinggi

(56)

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

63.3

 

65

 

 

62

4.3   Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis

 

  • Membuat grafik perubahan pH pada titratsi asam-basa
 

 

 

 

 

Tinggi

(60)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

65

4.4   Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup

.

  • Mengukur pH larutan penyangga dan bukan penyangga setelah ditambahkan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran.
  • Menurunkan persamaan untuk menentukan H+ atau OH suatu larutan penyangga.
  • Menghitung pH atau pOH larutan penyangga dengan menggunakan prinsip kesetimbangan.
  • Menghitung pH larutan penyangga pada penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran
  • Menyimpulkan pengertian dan peranan larutan penyangga berdasarkan hasil pengukuran.
  • Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Tinggi

(60)

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(56)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

65

 

 

63.3

 

63.3

 

 

62

 

 

65

 

 

65

4.5   Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut

 

  • Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam air melalui percobaan.
  • Menyatakan hubungan antara tetapan hidrolisis (Kh), tetapan ionisasi air (Kw), dan konsentrasi OH atau H+ larutan garam yang terhidrolisis.
  • Mengukur dan menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis.
 

 

 

 

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(60)

 

Tinggi

(60)

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

63.3

 

 

63.3

 

 

63.3

5.1   Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya

  • Mengelompokkan campuran yang ada di lingkungannya ke dalam suspensi kasar, sistem koloid, dan larutan sejati serta menyimpulkan perbedaannya.
  • Menjelaskan adanya 8 macam sistem koloid berdasarkan fasa terdispersi dan medium pendispersi.
  • Mengelompokkan koloid yang ada di lingkungan ke dalam beberapa macam sistem koloid.
  • Menjelaskan penggunaan sistem koloid di industri kosmetik, makanan, farmasi, dsb.
  • Memperagakan pembuatan koloid dengan cara kondensasi.
  • Memperagakan pembuatan koloid dengan cara dispersi.
  • Mengidentifikasi jenis koloid yang mencemari lingkungan
 

 

 

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

Sedang

(65)

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

65

 

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

5.2   Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

  • Mengamati dan menjelaskan hasil pengamatannya tentang efek Tyndall dan gerak Brown.
  • Menjelaskan peristiwa terjadinya muatan listrik pada partikel koloid.
  • Menjelaskan kestabilan koloid dan peristiwa elektroforesis.
  • Mengamati koagulasi koloid dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan penyebabnya.
  • Memperagakan proses penjernihan air dengan cara penambahan koagulan.
  • ·Menjelaskan koloid liofil dan koloid liofob serta perbedaan sifat keduanya dengan contoh yang ada di lingkungan.
 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

Sedang

(65)

 

 

 

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

65

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s